Skip to main content

Posts

Kabar dari Langit

Alhamdulilah aku sudah mendapatkan kabar dari langit terkait gejala pusing mual yang sudah tiga minggu ku alami. Dan ternyata, betul prediksi dokter bahwa itu gejala anemia, sebab nyatanya qodarullah aku haid! Alhamdulilah. Sedih? Ya, sedih, sedikit. Terus bagaimana perasaanmu dan suami? Suami, sedih, katanya manusiawi. Aku, sudah bisa menerima. Toh Allah tau yang terbaik buat hamba-Nya. Rencana Allah tidak ada yang meleset sama sekali. Satu pun. Percaya lah Hari ini aku sedang duduk di pojokan perpustakaan mengerjakan rapot angka. Perasaanku tidak karuan. Kalau boleh aku urai, aku bosan, aku pusing, aku rindu, aku ingin liburan, aku capek, aku ingin diperhatikan, aku ingin bahagia, tertawa, dan ingin jadi solehah lagi. Aku merasakan sedang jadi manusia futuristik alias keimanan sedang futur. Sikap ke suami bawaannya jengkel terus, apa karena efek datang bulan, ya? Astagfirullah he he Suamiku juga sedang proses pemulihan dari terapinya, mudah-mudahan sehat terus, ya. ...

Pernak Pernik Seorang Istri

Alhamdulilah ala kulli haal. Sudah -kurang lebih- dua bulan aku jadi seorang istri dari lelaki soleh, baik, dan tamvan (cie). Selama itu pula banyak sekali hal yang aku rasakan. Salah satunya adalah harapan besar pengen hamil seperti orang-orang (baru sebulan nikah sudah hamil.. Qodarullah, aku belum. Mudah-mudahan secepatnya. Harapanku menjadi ibu begitu besar, maka tak jarang saat aku mulai merasa mual, pusing, buru-buru tespek. Siapa tau ada hal menggemberikan di sana. Tapi, setelah dilanda mual dan pusing selama kurang lebih tiga minggu, tespek masih menampilkan satu garis (pertanda negatif). Alhamdulilah. Dan, perasaan aku sekarang? Lagi dug dug seeeer. Tanggal 29 nanti adalah tanggal haid rutinku tiap bulan (awalnya tanggal 28 pas gajian, tersebab efek hormon menjelang menikah, siklus haidku jadi berubah seperti sekarang yakni di tanggal 29). Aku menanti dengan penuh harap semoga Allah sudah memberikan izin aku menjadi ibu (artinya tidak haid). Empat hari lagi menuju waktu...

My Third Weeks Marriage

Bismillah Hari ini, tepat kita berada di tanggal 30 April 2018. Itu artinya, sudah tiga minggu lewat aku berstatus sebagai istri dan menantu. How's do I feel? Itu pertanyaan yang banyak terlontar dari teman-teman kepadaku. Aku cuman bisa jawab, "It's amazing!" Selalu kujawab seperti itu. Kenapa? Ya, karena memang begitu apa yang aku rasakan. Let me tell you for details! Pernikahan itu sesuatu yang agung Allah menciptakan manusia dengan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kemudian Allah memasang-masangkan tiap jiwa dengan pasangannya masing-masing (tolong diingat baik-baik, he he) dan kita akan mendapatkan pasangan sesuai dengan diri kita. Ingat firman Allah SWT? Bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik begitu pun sebaliknya. Nah, dalam pernikahan ini, kenapa disebut agung? Menurut hemat saya yang selama proses pernikahan mengerutkan alis alias mengamati semua prosesnya, saya baru sadar kenapa pernikahan disebut sebagai pernikahan yang agung (?)...

Hai Hai Haiiii

Assalaamualaykum! Wah, Gengs, sudah lama ya saya tidak bersua di sini. Saya minta maaf, ya. Selama ini dirundung kesibukan lain. Saya mau coba mulai lagi, nih. He he. Hari ini, Sabtu, 31 Maret 2018. Jam analog di ponselku menunjukan pukul 05:45, alhamdulilah masih  pagi. Di luar juga masih ramai oleh cuitan burung dan petokan ayam yang mulai mencari makan. Matahari juga masih otw untuk menampakan sinarnya ke bumi Bintaro. Sabtu ini jika saya menghitung mundur (sekarang lagi zamannya menghitung mundur hari untuk acara besar), tersisa tujuh hari lagi menuju hari besarku, yakni pernikahan. MasyaAllah, sungguh jantung ini serasa mau ke luar saja saking tidak sabar dan saking campur aduknya perasaan. Bahagia, gugup, senang, gemes, dll jadi satu padu. Membuat wajahku memerah. Juga, di lain sisi, jika kita menghitung mundur, tersisa empat puluh enam hari lagi menuju Ramadhan! MasyaAllah. Berdoa lah, mudah-mudahan acara pernikahannya lancar dengan begitu Ramadhan kali ini bisa mengge...

Kala Ku Menemukan Guratan Senja

Saat ini waktu menunjukan pukul 18:15 dan belum ku temukan adzan magrib menggema di semesta. Ah, ya. Kini waktu magrib makin maju. Berganti setelah kemarin lebih cepat. Dan, baru saja ku selesai menulis dua kalimat, adzan berkumandang dahsyat! Aku cukupkan dulu. InsyaAllah nanti lanjut setelah urusan selesai dgn Allah. /**\ Teman-teman, alhamdulilah saya sudah kembali lagi. Saya kali ini hanya ingin mengalirkan rasa saja. Sore tadi saya "liqo" dan pulang saat pengeras suara di masjid berbunyi menggemakan shalawat. Tadi itu entah kenapa setelah mendengarkan nasehat guru di "liqo" hati saya dirundung kesedihan. Ingin menangis rasanya. Ditambah dengan shalawat yg menyejukan nurani, menggebrak haru. Kemudian, saya coba meluapkan perasaan saya. Tapi. Tidak dapat menangis. Kalau menurut guru saya, hal ini disebabkan karena ada sesuatu di luar sana. Hmmm. Kira-kira apa, ya? Dari pada ngalor ngidul tidak ada juntrungannya, lebih baik saya berbagi pengetahua...

PR Sepanjang Masa

Kalau kita diberikan PR setiap waktu setiap hari bagaimana perasaan kita? Pasti kesal dan bertanya-tanya, "Kenapa harus setiap hari, sih?" Mungkin di semua sekolah di dunia ini tidak ada yg seperti itu, ya. Memberikan PR setiap detik setiap menit. Pasti para siswa kabur tunggang langgang. Dan menulis status, "Pengen nikah saja."  He he. Namun, Sobat. Harus diketahui bahwa bagi kita, memang ada PR yg harus dikerjakan sepanjang waktu sepanjang masa tiada henti (kecuali maut). Wah, kok, ngeri? Apa itu? Jawabannya adalah PR mendidik hati #Eaaa (ternyata tidak hanya anak yg harus dididik, ya, hati pun perlu). Didik lah hati agar dia tetap bening. Sebening embun pagi. Logikanya begini. Hati itu kan seperti kaca mobil. Kalau dia tidak dilap dan dibersihkan, maka bisa jadi kita tidak bisa melihat apa yg ada di depan kita. Kemungkin terburuknya kita akan menabrak pembatas jalan, trotoar, atau pagar rumah orang. Hii. Kalau kacanya bersih, benderang, menyetir p...

Maaf ♥

Pagi ini kepala seperti diputer-puter berpikir keras. Padahal tidak sedang berpikir keras. Apa yang salah, ya? Oh, iya. Hidup ini sungguh aneh. Hidup saya yg aneh. Saya terkadang kesal dengan apa yg saya putuskan. He. Ada sampah plastik di depan mata yg mengganjal saat dilihat, rasanya gemes ingin memungutnya, tapi bisikan setan berkata, "Jangan, malu. Kalau tidak ada orang, sih, boleh." Tapi, setelah beberapa langkah melewatinya, nyeselnya jungkir balik.  "Kenapa tidak diambiiil?" "Saya takut dikira apa-apa sama org." "Padahal apa pentingnya penilaian org terhadapmu." "Masalahnya, aku masih memikirkan penilaian org." Kalau menunggu dan tak beramal karena penilaian orang lain, akan sulit berkembang. Pertanyaannya, "Memang benar? Mereka menilai kamu?" Wkwk Saya rasa hal ini terjadi sebab di dalam hati saya Allah kalah eksistensinya dibanding manusia. Ini pertanda ada sedikit kefuturan dalam diri saya. And...

Minggu Pagi yg Menggemaskan

Oh. Ini. Hari minggu, ya? Hari yg sepertinya lebih nikmat dipakai untuk tidur! Seharian. Huaaa. Enak. Nyatanya kalau kita menuruti keinginan kita itu nafsu. Dan biasanya nafsu kalau diperuntukan akan semakin "nakal", membuka pintu-pintu lain yg ingin juga diperuntukan. "Allah, badanku pegal-pegal (︺︹︺)" Kalau bicara pegal sepertinya harus bertanya pd diri sendiri, "Rajin olahraga tidak?" "Mmm. Tidak. Hanya seminggu sekali saat pemanasan dgn anak-anak (。ŏ_ŏ)" "Ya, sudah, tidak usah mengeluh kalau begitu, Mel." Sesimpel itu hidup. Baik lah. Kondisi mager (malas gerak) ini muncul karena beberapa sebab menurutku. Salah satu faktor utamanya adalah niat yg belum terpasang dgn lurus. Niatnya belum matang, belum sempurna, dan belum aktif. Otomatis tubuh cenderung ikut tidak aktif. Faktor keduanya kondisi hati sedang samar-samar. Sepertinya memang saya butuh asupan vitamin banyak dan segar untuk menyegarkan kembali hati saya. H...

Akhir Pekan yg Kendur

Saat aku menulis di sini, waktu menunjukan pukul 07.26 dan aku sedang duduk menikmati bubur ayam. Ini, akhir pekan! Siapa yg sudah/akan bersorak sorai untuk hal ini? Awalnya aku akan melakukannya, bahkan ingin melakukannya paling keras. Tapi, aku berubah pikiran, aku merasa di akhir pekan aku malah jadi lalai. Mentang-mentang hari ini libur kerja, semalam aku berleha-leha. Mentang-mentang hari ini libur kerja, semua kebiasaan yg dilakukan subuh hari saat hari kerja dilupakan dengan sekejap. Untung lah masih ada sisa-sisa ingatan unk melakukannya sebelum terlambat. Seperti menulis di sini. Oh, ya. Pagi ini aku mau mengulas sedikit tentang sebuah buku yg berasal dr Korea. Buku bacaan edukatif mereka menyebutnya. Berjudul besar "WHY". Membahas tentang segala bidang ilmu yg dikemas dgn mudah dan menarik untuk jenjang SD-SMP. Dilihat dari kontennya, bagus memang, orisinil ilmunya sekaligus ilmu terbaru (soalnya banyak yg baru saya tau(♡˙︶˙♡), bagus dan cocok untuk baca...

Wudhu Menjadi Nafas

Lama-lama jadi cinta pada wudhu. Kok, bisa? Awalnya saya biasa saja pada wudhu. Berwudhu sebagai syarat beribadah saja. Namun, setelah mengenal Islam dan mendengar cerita tentang terompah Bilal yg sudah di surga sebab menjaga wudhu, dari sana semua bermula. Semakin lama mencari jadi semakin tau kehebatan wudhu. Nyatanya, wudhu bukan sekedar mensucikan badan, lebih dr itu, terapi batin, obat kulit, dan terapi hati. Semua itu akan terlaksana jika saat wudhu kita menyelami wudhu tsb. Saya suka membayangkan bagaimana kalau Rasul dan Sahabat berwudhu. Mereka pasti wudhu di tempat yg terbatas, tapi bagus wudhunya, bahkan selalu menjaganya. Dan aku? Kita? Berwudhu di tempat yg nyaman, bersih, airnya banyak, tapi masih tidak merasakan dahsyatnya efek wudhu, wah, sayang sekali. Sejatinya, wudhu yg berefek itu wudhu yg dilakukan dgn keikhlasan dan keridhaan pada Allah. Bagaimana, sih, wudhu yg ikhlas itu? Wudhu yg ikhlas itu ialah wudhu yg kita lakukan di waktu yg membuat kita malas ...

Kisah Ee Kucing

Dua bulan lalu, aku dan teman-teman kontrakan sering dibuat sedikit kesal oleh tingkah kucing yang ada di sekitar kontrakan. Kenapa? Karena, setiap kali kami membuka pintu di pagi hari, bukan udara segar yg didapat, tapi, aroma tidak enak. Biasanya tidak lama dari itu, kami akan menemukan tumpukan kotoran kucing. Entah itu di sudut-sudut tembok atau di pojok pintu tempat melangkah. Uh. Rasanya, tidak hewani sekali (saingannya manusiawi) jika menyalahkan hal tersebut pada hewan. Toh, hewan tidak tau apa-apa. Beberapa dari penghuni kontrakan memang kesal atas hal ini karena tidak nyaman. Badan sudah bersih, wangi, rapi, malah masih harus membersihkan kotoran. Tidak menyenangkan! Kucing-kucing yg ada di sekitar kontrakan memang terbilang cukup banyak. Ada sekitar enam ekor bahkan tujuh ekor. Dan itu semua milik tetangga sebelah. Dinamai dengan segala jenis nama. Ada Naruto, Jeiger, Cemong, Pus, dll. Biasanya setiap magrib/isya Bunda yang jadi tuannya ini akan memanggil-manggil...

Apakah Itu Penting Bagimu?

Saat ini jam digital di ponselku menunjukan tepat pukul 05:33 WIB. Aku sedang duduk di lantai menghadap ke komputer yg sedang menyalakan murotal surat Arrahman. Terasa semakin tentram suasana, semakin sejuk aroma, semakin bahagia terlaksana. Ah, sudah lah. Aku mulai bersyair lagi, he he. Aku masih kepikiran dengan kejadian kemarin saat mengani Qiroati di sekolah. (Apa itu Qiroati? Sebuah metode belajar tahsin. Metode perbaikan membaca Alquran. Di sekolah jadi salah satu syarat pengangkatan pegawai tetap). Jadi, saat aku menuju kelas Qiroati, aku menemukan ada dua peserta. Pertama sedang mengaji, kedua sedang menunggu yang aku kira sudah selesai. Aku coba duduk di tempat yang kosong di sebelah kiri gurunya. Sebab duduk berdampingan dengan peserta yang menunggu sangat sempit dan tidak bebas. Namun, apa yang kulakukan (duduk di situ) tampaknya membuat peserta tadi merasa diselak. Dia menunjukan hal tersebut dengan jelas, he he. Tampak kasar dalam bertindak saat aku meminjam pulpen, ...

Menghanguskan Sedih

Sore ini aku masih di sekolah, tepatnya di ruangan ICT, numpang menulis blog di sini karena sekalian mengerjakan tugas sekolah untuk minggu depan. Tidak tersadar lagu pendukung sore ini adalah lagu-lagu dari White Lion , mulai dari When The Children Cry, You're All Need, Thank You for Loving Me. Ditambah juga dengn lagu dari Brayn Adam , Heaven , dan sekarang yang sedang menyala di telingaku adalah lagunya Bon Jovie, Always . Ngomong-ngomong, kenapa lagunya beroman sedih romantis, ya? He he. Mungkin ini mewakili kondisi hati #Eh. Ya, bisa jadi. Sepertinya memang aku sedang lelah hatinya #Ea. Sudah, aku malas membahas hati di media sosial semacam ini. Cukup diri sendiri saja dan Allah yang tau. Xi xi xi. Ramai sekali di sini. Banyak yang mengerjakan tugas juga, persiapan rapat orang tua mungkin. Aku sudahi saja, ya. Agar bisa cepat pulang dan cepat mengondisikan perutku yang mulai mules gara-gara minum es kelapa dua gelas kecil, argh. Ditambah duduk di ruangan berAC. Aku ...

Aku Ingin Menemukanmu

Pagi masih pekat. Ozon saja masih berhamburan menguasai udara subuh hari ini. Aku terpikir akan perkataan guru, "Ruh hanya akan mencari yang setara". Ini terkait jodoh, Sobat. Ruh dalam jiwa ini hanya akan mencari dan menyusuri ruh yang setara dengannya. Ruh yg senantiasa hangat oleh kebaikan, akan mencari ruh yang sama. Ruh yang hangat oleh ilmu akan mencari ruh yang sama. Itu lah kenapa jodoh selalu klop, sesuai, serasi, sebab ruh mereka sama, ruh mereka telah bertemu dengan ruh yang setara. Betapa indahnya! Kadang banyak sekali orang yang datang kepada kita. Dengan berbagai macam latar belakang. Bahkan ada yang sangat spesial, mungkin seorang hafidz. Namun, jika ruh itu tidak setara dengan ruh-ruh yang datang, maka tidak ada artinya. Lalu bagaimana untuk bertemu dengan orang yang seruh dengan kita? Cara tepatnya saya tentu tidak tau. Namun, saya percaya jika ruh kita terus menerus diisi dengan kebaikan, ruh yang lain akan dengan sendirinya menemukan ruh kita. D...

Makanan Menyeramkan untuk Perutku

Selama hidup aku jarang sekali "ngemil". Tidak membiasakannya dan hanya sesekali saja. Alasannya karena perutku memang kurang bagus kalau banyak mengemil. Siklus perutku jika mengemil ujung-ujungnya: sakit perut, feses cair, perut berangin, dsb. Ini terjadi setiap kali mengemil makanan ringan. Baik sudah makan atau pun belum. Selain mengemil, jajan es juga salah satu pantangan bagiku. Entah itu es krim, pop es, minuman dingin, argh pokoknya segala minuman yang mengandung es, perutku akan langsung merespon dengan anarkis. Masuk angin, mules, dan ujung-ujungnya ke kamar mandi dalam waktu yg lama. Aku tidak mengerti. Sungguh. Kenapa semua ini terjadi. Aku membayangkan, sepertinya kulit ususku tipis? jadi tidak pernah tahan untuk menahan dinginnya es. He he. Mustahil sekali ada kulit usus tipis. Tolong diabaikan. Analisa sudra yang lain, mungkin, aku kurang terbiasa dengan kebiasaan mengemil makanan "nanggung" tsb dan minum es? Hmmm. Bisa jadi. Aku tipe orang ...

Kisah Seorang Komuter

Pagi ini, aku sedang tidur-tiduran di kasur yang berseprei pink. Kondisi tubuhku agak sedikit kurang baik, karena punggung sedang mengalami salah urat. Senin sore, aku ke Kebayoran, maaf lebih tepatnya ke Cipaku untuk menghadiri kajian yang diselenggarakan di Masjid DT Jakarta. Perjalanan sore itu dilaksanakan setelah pulang kerja. Saat keberangkatan, aku duduk sebab kursi banyak yang kosong. Penumpang keretanya pun tidak terlalu penuh. Setelah duduk nyaman, aku habiskan perjalanan dengan membaca buku "Wonderful Journey" karangan Bapak Ustadz Cahyadi Takariawan. Selang beberapa menit, pemberi informasi mengatakan bahwa kereta sebentar lagi akan tiba di Stasiun Kebayoran. Aku tutup buku berwarna biru tersebut dan memasukannya lagi ke dalam tas. Bersiap menuju pintu kereta yang akan segera dibuka. Tiba di Stasiun Kebayoran, adzan sudah ramai bergema di seantero langit Kebayoran. Aku memutuskan untuk salat di Cipaku saja sebab aku sudah memesan Grab (tolong jangan ditiru...

Jadi Suka Naik Gunung

Awalnya, aku tidak terlalu gemar naik gunung saat naik gunung sedang jadi tren di kalangan anak muda. Aku pikir naik gunung itu ribet, apalagi untuk aku yang seorang akhwat. Aaargh. Tidak mau. Namun, setelah bekerja di SABin, yang aktivitasnya kebanyakan di alam, kini aku sudah mulai terbiasa dengan kegiatan naik gunung ini. Mulai dari menemani anak sebagai pembina, jadi panitia, atau bahkan jadi peserta. Berkali-kali diberi kesempatan oleh Allah untuk mencicipi rasanya kemah, menyusuri jalan setapak di gunung, menanjak, menurun, amat sudah biasa sekarang. Bahkan lebih ekstrem lagi bertahan hidup di gunung tanpa makanan #JrengJreeeng! Oleh karena itu, saat grup angkatan STF mengadakan agenda naik gunung ke Gunung Munara-Bogor, wah, mataku langsung berbinar-binar ( ̄3 ̄), tertantang untuk ikut. Tidak hanya tertantang, sebenarnya ada perasaan rindu juga untuk ikut dalam kegiatan di alam, terlebih ini di gunung. Menarik sekali pokoknya. Kita akan lelah, haus, lapar, dsb. Namun, it...

Kisah di Hari Pertama Masuk Sekolah

Setelah tadi pagi aku menulis di sini dan mengatakan bahwa aku kurang semangat masuk kerja dan rasanya ingin ke luar, keinginan tersebut tampaknya harus dipertimbangkan lagi olehku. Kenapa? Sepertinya aku berubah pikiran. Hal ini terjadi saat aku bertemu lagi dengan anak-anak. Salah satunya dengan anakku yang kini kelas empat dan adiknya di kelasku. Saat melihat F (kakaknya anakku), rasanya berat untuk pergi. Kini dia sudah besar. Dulu saat kelas tiga, masih kecil dan tampak masih bocahnya. Kini, aku ingin sekali melihat dia tumbuh dan berkembang. Ada keseruan tertentu memang saat kita melihat pertumbuhan anak-anak. Yang tadinya kecil jadi besar, yang tadinya culun jadi keren. Aku amat penasaran. Dan ingin rasanya membersamai perubahan mereka. Selain itu, anak-anakku yang tahun lalu ku ajar, begitu masih mencintaiku. Terharu. Mereka masih seperti dulu. Manja dan menyenangkan. Ditumbuhkan dalam naungan kasih sayang selama setahun, luar biasa, perasaan itu membekas dalam jiwa m...

Menyeruput Pagi

Saat aku menulis di sini, waktu tepat menunjukan pukul 05:32 AM. Di luar masih pekat namun suara burung berkicau merdu mengantarkan cahaya. Ditambah dengan selingan kokok ayam yang berupaya membangunkan manusia dalam keterlelapan. Gemericik air yang berasal dari kamar mandi pun tidak kalah ramainya. Ya, betul. Hari ini hari di mana semua orang kembali ke rutinitasnya setelah sekian lama liburan. Alhamdulilah. Itu artinya, hati dan jiwa harus sudah diatur dan dikondisikan untuk menerima kenyataan di hari ini. Aku masih tergeletak di atas kasur. Menikmati aroma subuh yang segar. Namun, aku memutuskan untuk menulis karena raga ini entah mengapa bermanja ria. Seperti tidak punya keinginan untuk bangun. Semangat entah ke mana. Harus dicari. Saat tadi ke kamar mandi, aku merasakan beban berat di pundak. Rasanya ingin sekali terbebas dari semuanya, betapa berat karena beban itu terasa ku pegang sendirian. Aku ingin ada yang menguatkan di tengah keberatan menanggung beban. Beban yang kum...