Skip to main content

Posts

ILMU MENERIMA

Guys ! Ilmu apa, sih, yang menurut klen paling susah di dunia ini? Math? Physics? Biology? Hmmm. Ternyata, bukan itu semua. Menurutku, sih, sesusah-susahnya ketiga pelajaran itu, tetap bisa ditaklukan. Kan, udah ada rumusnya, hehehe. Ternyata (lagi-lagi menurutku, ya) ilmu yang paling susah di dunia itu adalah ilmu menerima. Wah! Kok, bisa? Kita bahas, kuy! Guys! Apa kalian pernah menangisi sebuah cobaan yang mampir dalam hidup? Apa kalian pernah kesal sama seseorang gegara dia coba menasehati kita? Apa kalian pernah marah saat teman kalian menikung? Apa kalian pernah bertanya tanya kepada langit yang bisu, kenapa ditakdirkan berwajah kusam dan bintik-bintik? Kenapa wajah aku yang suka wudu lebih berjerawat dibandingkan wajah mereka yang tidak wudu? dll. Bagiku, itu semua berawal dari ketidak terimaan kita terhadap kehendak Allah. Kita banyak mengeluh. Mudah marah. Kesal. Dan sifat buruk lainnya kala mendapati takdir yang tak sesuai dengan keinginan kita. Teman .....

TAKING A SKINCARE TO GET A HEALTHY SKIN

Guys! Kali ini aku mau kasih bocoran tentang skincare yang aku pakai di rumah. Walaupun aku sudah jadi emak-emak. Bukan berarti harus cuek merawat kulit, bukan? Malah seharusnya perempuan paska melahirkan itu harus bin kudu melakukan perawatan untuk tubuhnya. Ini karena perubahan-perubahan hormon dari hamil ke melahirkan mampu membuat penampilan jadi mmm agak gimana gitu, ya. Hehe. Seluruh tubuh ibu melahirkan tuuu jadi berubah. Ada yang berubah jadi bergelambir lah. Jadi melebar lah. Jadi merekah lah, dll. Kalau tidak dirawat, tentu tubuh jadi kurang terlihat sehat. Nah, untuk daily treat ment di rumah, aku lagi nyoba skincare yang lagi hits di kalangan anak muda. Hahaha. Apdet juga diriku 藍 Yups. Yaitu skincare dari Emina. Siapa yang pake brand yang sama juga, ni? Ada? TOS! Hehehe. Aku pakai facial wash bright stuff Emina. Kemudian aku juga pakai moisturaizing bright stuff-nya. Tak lupa agar aktivitas outdoor-ku tetap aman buat wajah, aku juga pakai Emina Sun Protection ...

DIA SUDAH LUPA? AKU TAK TAHU

Ini kisah tentang seorang anak lelaki yang sering kutemui dua minggu sekali di rumah orang tua suami. Ya, dia adalah keponakan suamiku. Saat ini usianya baru menginjak tujuh tahun. Baru kelas satu 'esde'. Di usianya yang masih kecil itu, jangan salah. Dia sudah punya adik. Adik pertamanya lelaki beda empat tahun dengannya. Adik keduanya perempuan beda enam tahun dengannya. Di usia yang masih butuh perhatian lebih itu, dia sudah harus 'mandiri' dan berperan sebagai kakak. Kalau orang tua tidak menyiapkan langkah untuk bagaimana menghadapi anak pertama yang memiliki adik, maka bisa saja anak pertama jadi kurang perhatian. Suamiku pernah mengatakan saat aku belum sama sekali bertemu dengannya. Ini ketika pernikahanku masih hangat, sehangat tubuh ayam (apacobaaa), hihi. Dia mengatakan bahwa keponakannya yang pertama kecanduan games dan hape. Mendengar itu, aku kaget dan segera menganalisa. What's wrong with the parents? Karena setahu aku (yang digembleng ...

AYAM KRISPI

My doc by Canva Teman ... Apa kalian pernah merasa begitu bahagia? Kalau iya pernah, apa yang membuatmu begitu bahagia? Guys ... Aku pernah merasakan kebahagiaan yang begitu membahagiakan. Kala mengingatnya saja, mataku sudah hangat. Hati menggebu, ingin melakukannya lagi. Dan, selalu terngiang dalam telingaku ucapan yang membuatku bahagia tersebut. Mungkin kalian akan menebak, itu adalah ungkapan cinta seseorang kepadaku? Eits, bukan, Guys! Itu tidak sebahagia ini. Lalu apa? Kalian mau tahu? Baik, aku ceritakan, ya. Tiga tahun lalu, saat aku masih bekerja di Bintaro, aku mengajak Mamak dan Andra hang out . Jalan jalan cantik ke MoS ( Mall of Serang ). Gak ngaborong, Guys! Itu mah beneran cuman jalan jalan doang, wkwk. Cuci mata laaah. Walau pun gak beli apa-apa, soalnya shocked juga pas liat dalemnya itu mol (gak gede biasa aja ditambah banyak yg tutup tokonya), Mamak dan Andra senang tiada tara! Ya Allah, terima kasih  Aku cuman ngajak Mamake makan aja d...

BERGURU PADA MEREKA

Betapa tidak patutnya kita berbangga diri, sombong, dan anti nasehat. Teman. Sombong itu adalah sifatnya setan. Siapa yang punya kesombongan, dia akan sulit menjalani hidupnya. Saat ada orang yang lebih baik darinya, dia jungkir balik tidak terima karena dia merasa paling terbaik di dunia. Saat ada yang menasehati, dia akan merasa jijik sebab dia merasa tidak pantas dinasehati orang. Dia sudah tahu, sudah pandai, sudah hebat, kok, dinasehati? Wah, gak sopan banget itu orang! Pasti begitu mikirnya. Teman. Punya sifat sombong itu menjijikan. Hanya Allah Tabaraka wa Ta'ala lah yang pantas berlaku sombong. Sebab, Dialah Zat yang memiliki dan yang menciptakan alam semesta dan isinya. Itu lah mengapa Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak suka orang sombong. Karena yang patut sombong itu hanyalah Dia. Orang yang berlaku sombong hanya membawa kehancuran untuk dirinya sendiri. Dia memandang remeh orang lain, padahal orang lain juga memandangnya remeh. Sungguh ngeri. Kesombo...

SEBUAH KISAH TENTANG PARE

Apa kau tahu sayuran yang bernama pare?  Bentuknya tidak rata dan yang pahit itu? Betul, itu lah dia yang bernama pare. Makanan yang mungkin kaum milenial tidak sukai. Makanan yang hanya orang tua zaman dulu saja yang suka. Teman, saya punya kisah haru biru dengan sayuran satu ini. Betapa mengharu biru sampai emosi saya sukses membuat saraf air mata hidup. Sobat, kala itu saya masih berusia belasan tahun. Sekolah pun masih duduk di bangku SMA kelas satu (entah dua saya lupa). Kala itu, rumah hanya di huni oleh saya, emak, dan bapak (yang seminggu sekali pulang dari tempat kerjanya). Kakak-kakak saya sudah dewasa dan tiga tiganya berada di luar daerah. Anak pertama dan ketiga di Tangerang. Anak kedua di Jakarta. Tinggalah saya dan emak berdua saja hidup di rumah. Pada waktu itu, pekerjaan bapak tidak begitu mulus. Walau berminggu-minggu kerja, kadang gaji bapak tertawan di kantor. Alhasil, anak istri di rumah harus mau tak mau bertahan dengan segala kondisi yang ada. ...

BEDA TEMPAT BEDA RASA

Di mana bumi di pijak,  di situ langit dijunjung. Begitu bunyi peribahasa zaman dulu. Teman, pernah gak kalian merasa nyaman dan bebas kala meluapkan perasaan di sepertiga malam. Hanya berdua saja. Kamu dan Tuhanmu. Uhhh, rasanya bebaaas mau nangis atau jumpalitan juga di situ. Bebas karena saat itu orang-orang sedang dalam kelelapan. Nah, sama saat aku menulis pun begitu. Di tempat A aku bebas sebebas bebasnya. Tapi, di tempat B aku biasa saja malah cenderung jadi orang lain. Begitu rasanya. Saat aku menulis status di fesbuk, aku merasa kurang bebas. Entah kenapa. Mungkin karena banyak orang yang menjadi pembacanya. Jadi, amat hati-hati dan menjaga sekali. Takut ada yang tersinggung atau apa. Tapi, beda saat aku menulis di blog. Apa yang mau ditulis bebas terungkapkan di sini dengan apa adanya. Tidak ada kepalsuan, halah. Sungguh, itu lah yang kurasa. Mungkin, lagi lagi karena blog ini sungguh eksklusif, pembacanya minim, juga tidak banyak orang yang minat berkunju...

OBSESI

Sebagai seorang mantan single yang amat aktif, hamba menjadi terbayang-bayang dan terkenang masa aktif tersebut setelah menjadi seorang istri dan ibu. Bayang bayang dan kenangan itu hanya bisa dikecup lewat mengenangnya dengan senyuman manis. Semua obsesi yang seabreg di masa single, kini hanya tersisa sedikit saja. Tidak segandrung dulu. Obsesi-obsesi yang kutuang dalam diary, kini hanya menjadi kenangan manis kala mengingat masa lalu. Semua itu jadi hiburan sekarang. Kita tidak bisa memungkiri bahwa menjadi ibu dan istri adalah sebuah profesi yang jauh lebih greget. Melebihi semua obsesi yang kutuang dalam diary. Teman ...  Menjadi ibu dan istri adalah anugerah. Betapa banyak di luar sana wanita dan pria yang ingin di posisi kita. Merindukan jodoh dan atau momongan yang belum juga kesampaian. Kita tidak perlu menjadi lesu gara-gara menjadi seorang ibu dan istri yang tinggalnya hanya di rumah mengurus keperluan keluarga yang sangat berbanding terbalik dengan masa single...

MAKAN DULU BARU BERGERAK

Tubuh membutuhkan asupan energi untuk mengaktifkan organ-organ di dalamnya. Tanpa energi, tubuh akan lemah dan tidak berdaya. Kekuatan untuk menyangga tubuh tidak ada dan tentu ini akan berpengaruh pada aktivitas keseharian seseorang. Jika asupan energi sudah cukup, maka tubuh akan bergerak dan beroperasi dengan baik. Tentu dengan begitu beraktivitas pun menjadi nyaman. Tidak hanya tubuh yang butuh energi agar bisa bergerak, Guys! Kemampuan menulis kita pun butuh asupan energi agar mampu bekerja dengan baik. Wah, gimana maksudnya, sih? Jadi gini. Sebenarnya semua orang bisa menulis. Tapi banyak yang mengaku bahwa dia tidak pandai menulis. Wah, kok, bisa, ya? Iya, mungkin dia belum pede dengan dirinya sendiri. Semua orang bisa menulis, asal dia mau. Mau menulis, mau berlatih, mau capek. Lho, kok, capek? Maksudnya apa dah? Ya, siapa pun bisa menulis kalau dia mau capek baca. Bentar. Kenapa harus capek membaca, deh? Wah, ini pertanyaan bagus, nih. Guys, did you...

BUNCITANKU

Alhamdulilah, hari ini perit buncitku memasuki usia 38 week. Itu artinya, hanya tinggal menghitung hari saja menghadapi persalinan. Masyaallah, jangan ditanya bagaimana perasaannya sekarang. Hati, jiwa, semuanya bergetaaar menantikan masa yang amat spesial untuk pertama kalinya dalam hidupku.

LOVE 💞

Aku tahu, mengucapkan cinta sangat mudah dibanding dengan pembuktiannya. Aku tahu, mencintai itu bukan lagi kata sifat melainkan kata kerja. Aku tahu, bahwa bukti cinta itu ada pada patuh, bakti, dan keikhlasan. Masyallah, kau tahu cukup banyak tentang cinta, ya. Tapi, dari sebanyak pengetahuanmu itu di mana posisimu sekarang? Serius aku bertanya, Wahai Diri. Hai, aku Melin. Aku seorang istri dari lelaki soleh dan baik hati (insyaallah). Kami menikah sejak bulan April tahun lalu. Jika dihitung, itu berarti kami sudah menghabiskan waktu hampir satu tahun dalam biduk rumah tangga. Masyaallah, tidak terasa sama sekali. "Apakah perasaan cinta itu masih menggema ke seantero dunia?" Mohon jangan syok saat saya menjawab pertanyaan di atas. Malah semakin menggema. Melambung tinggi. Menggema ke seluruh jagat raya. Hahaha. Ya, sungguh. No tipu tipu. Kenapa bisa begitu, ya? Apa selama ini tidak pernah bertengkar, ribut, silang pendapat, atau ngambek? Wah, kalau itu, s...

SUPRISED FROM YOUTUBE

Dua hari yang lalu, ponsel saya menunjukan pemberitahuan dari YouTube. Pemberitahuan itu menampilkan bahwa ada seseorang yang mengomentari video saya di YouTube. Saya tidak terlalu tertarik untuk membukanya langsung, sebab saat itu saya sedang sibuk dengan urusan rumah. Maka saya biarkan saja. Tapi, bukannya hilang, notif itu makin bertambah. Saya pun bertanya-tanya, "Siapa, sih ini?" Saya buka sekilas, tidak kenal ah namanya. Siapa itu. Saya lagi-lagi membiarkannya. Sambil beraktivitas, notif tadi kepikiran juga. Dalam benak ada satu nama yang saya rasa adalah orang yang mengomentari video di akun YouTube tersebut. Saya belum yakin sebelum melihat langsung tapi kesibukan tidak sempat memberikan saya waktu untuk melihat notif tersebut. Akhirnya, saat hendak tidur saya baru bisa membuka notif tersebut. Dan, ya, benar. Satu nama yang tadi siang terpikirkan oleh saya, benar adanya. Dia adalah murid saya. Tahun ajaran 2016-2017 saya jadi pendampingnya selama satu tah...

ANOTHER SURPRISE

Sore ini, saya dikagetkan oleh sebuah notifikasi  di salah satu media sosial yang saya gunakan. Di jendela pemberitahuan ponsel terpampang tulisan bahwa sebuah akun telah mengikuti saya. Sebuah nama yang tidak asing di otak. Nama yang sering jadi topik hangat pembicaraan saya dan teman kosan saya saat lajang dulu. Nama yang dimiliki oleh orang tertampan di sekolah, juga jadi favorit kebanyakan anak-anak perempuan sebayanya. Anak yang ramah, tamah, sopan, dan baik. Aduh, terlalu panjang tampaknya saya mendeskripsikan doi. 😝 Khawatir pembaca mati penasaran, baik, saya buka saja profilnya. Melihat jendela pemberitahuan di ponsel seperti yang saya jelaskan di atas, saya meleleh, bahagia, terharu, dan girang. Pasalnya, saya dan dia sudah dua tahun berpisah. Saya membersamai dia tiga tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun dua ribu enam belas. Saat dia masih unyu-unyu duduk manis di kelas tiga. Sekarang dia sudah di kelas lima. Sudah besar. Dan jika dilihat di akun IGnya dia s...

SEPOTONG SENJA YANG MENGKILAT

Setiap senja datang, dia selalu mampu memikat siapa saja yang memandang gurat warnanya yang jingga. Sebab kecantikannya yang memesona ini, banyak sekali sastrawan yang merangkai kata dan syair mendeksripsikan keindahannya. Atau mencomotnya dalam sebuah alur cerita untuk memperindah isi cerita. Begitu pun dengan sang fakir ilmu ini, saya. Setiap kali senja datang, ada nafas yang terhela dengan lantunan doa. Doa kepada Sang Pemilik Senja semoga senja saya diberkahi.  Saat saya menatap langit atau sorot matahari yang penuh kemilau jingga, di sana jiwa saya mengangkasa. Membayangkan bahwa di jam ini lah para burung yang melanglang buana mencari rezeki, pulang berduyun-duyun sambil tersoroti cahaya jingga. Para pedagang pulang dari bekerja dengan peluh dan sisa tenaga. Para petani berkemas membereskan peralatan karena senja sudah menggelar pertunjukan. Di satu sisi, bumi pun tengah berkemas untuk menyambut malam, menyambut bintang, menyambut angin, menyambut dingin, m...

SI SUPER CARE

Ada satu hal unik yang saya alami. Saya sudah sering menyebut bahwa sudah hampir satu tahun saya ke luar dari SABin sebagai pengajar di sana. Namun, subhanallah, murid-murid masih saja aktif menanyakan kabar via direct message Instagram. Siapa yang tidak meleleh? Namanya Kayla. Dia adalah murid saya di kelas tiga di tahun ajaran 2017-2018. Anak paling bongsor kedua setelah Iffa. Paling dewasa di kelas. Jangan heran kalau dia sering dipanggil Kakak oleh teman-temannya yang dominan bertubuh mungil.  Selama membersamai mereka di kelas tiga, memang saya akrab dengan Kayla. Sosokanya yang tampak dewasa sudah asyik kalau diajak mengobrol ke sana ke mari. Mungkin, ini salah satu faktor kenapa dia masih sering menanyakan kabar. Kami dulu akrab, sih. Hihi. Kini, dia sudah duduk di kelas empat. Punya teman baru, fasil baru, ambisi baru, hobi baru, dan kondisi fisik yang pastinya baru juga. Namun, cara dia bersikap kepada saya menjadikan saya terharu, merindu, dan ingin sekali kembal...

Kado Terbaik untuk Sebuah Perpisahan

Sudah hampir satu tahun saya berpisah dengan teman, sahabat, keluarga besar Sekolah Alam Bintaro. Sebuah tempat bersejarah dalam hidup saya. Di situ, qodarullah, saya menemukan makna hidup, mengajar, mendidik, dan bekerja. Pokoknya, SABin landasan saya menjadi seperti saat ini (memang sekarang seperti apa, ya? Hehe). Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Begitu pun apa yang saya alami di SABin. Pertemuan dengan orang-orang hebat di sana ada pula waktunya berpisah. Dua tahun saya "mondok" di SABin. Di sana saya menemukan sahabat, keluarga, dan teman yang berjenis rupanya. Hehe. Ada yang masih berkomunikasi, ada pula yang sudah lost contact . Satu teman yang sudah saya anggap keluarga sendiri salah satunya yang masih sering menjalin komunikasi dengan saya. Bertanya kabar, mengabarkan kabar bahagia dari teman-teman di sana, dll. Selama bekerja di sana pun, kami sering meluangkan waktu berdua hanya untuk sekedar mengobrol, saling curhat-curhatan, dan berbagi beb...

Kenangan Sakit di Dustira

Bismillah Sudah lama pisan tidak nulis di sini. Saya rindu! Beberapa waktu yang lalu memang saya terhimpit kesibukan mengurus rumah tangga. Saya mau sharing pengalaman sakit kemarin. Boleh? Qodarullah, saya dan suami ditakdirkan sakit di waktu bersamaan 😁 *kompak banget, ya. Suami terdiagnosa radang lambung (awalnya). Beliau demam tinggi dua hari. Saya cukup panik. Tapi, kegesitan mamer akhirnya membuka jalan kesembuhan untuk suami. Hari ketiga suami sudah pulih ke sedia kala. Ups. Tapi, aku lalai mengingatkan. Kami malah makan (sarapan) nasi padang pakai sambal hijau. Akhirnya, siangnya saya yang tumbang. Perut saya panas, diare, panas dingin, dan malamnya saya demam tinggi. Empat hari saya demam dengan suhu 39° C plus plus plus. Wow, ini amat berbahaya sekali untuk janin! Di malam kedua demamnya saya, suami pun ikut kambuh lagi. Akhirnya kami tumbang. Mengungsi ke rumah Mamah 😂 semalam diurus sama Mamah. MasyaAllah!!! Kedua kali ini suami terdiagnosa gejala DBD, begitu pu...